Wednesday, September 7, 2011

[mudik] 27 jam on the road

pengalaman pulang mudik kemarin bener bener membuat badan sedikit remuk redam
awalnya kami mengira perjalanan pulang ke jakarta ini tidak jauh beda dengan perjalanan biasa yang sering saya lakukan.. ya molor molor mungkin sekitar 14 - 15 jam lah sudah sampai ke jakarta.

melihat kondisi jalan jumat dan sabtu sore sedikit membuat kami yakin kalau perjalanan pulang ini bakalan tidak terlalu macet. sempat terpikir untuk berangkat selasa siang tapi bakalan terlalu capek karena rabu pagi kakak saya sudah harus masuk kerja. akhirnya kami putuskan untuk berangkat senin malam pukul 19.00.apalagi pemberitaan di televisi juga tidak terlalu banyak menyorot mengenai kemacetan di hari senin nya.

perjalanan solo - boyolali berjalan dengan mulus dan lancar. kami hanya berpapasan dengan beberapa mobil dengan plat B. jalan cukup lenggang sehingga mobil bisa dipacu dengan kecepatan 80 - 100 km/jam. selepas boyolali jalan menjadi lebih kecil, di beberapa tempat bahkan hanya bisa muat untuk 1 lajur, sehingga perjalanan agak tersendat. sebelum salatiga kami mengambil jalan lingkar yang juga mulus walau berbelok belok dan banyak turunan itu.
perjalanan ke semarang juga masih cukup lancar di lewati walau beberapa kali harus berhenti agak lama, terutama di lampu lalu lintas.

terjebak
memasuki daerah cirebon, sekitar pukul 4.30an mobil pun masuk ke jalan tol kanci dan mimpi buruk pun dimulai..

terlihat ratusan mobil yang terhenti di ruas jalan tol ini. pertama kami berpikiran positif, mungkin antrian karena pintu tol. tapi setelah melewati pintu tol pun antrian belum terurai. malah banyak mobil yang berhenti di bahu jalan bahkan terlihat beberapa penumpang yang tidur2an di aspal jalan. sempat kakak saya bertanya ke petugas tol di gerbang tadi "macet sampe mana mas? sebabnya apa ?" "karena mobilnya terlalu banyak yang lewat pak" jawab petugas tol sinis tapi juga mungkin realistis.. terlalu banyak mobil yang lewat...

menunggu sesuatu yang tidak pasti

istirahat sembari menunggu macet terurai

melenggang di antara sepinya jalan

sampai pukul 6 pagi belum ada tanda tanda kemacetan bakal terurai, beberapa mobil memutuskan memutar balik lewat putaran jalan tol yang sengaja dibuka oleh petugas. selama 1.5 jam mobil hanya beringsut dalam hitungan puluhan meter. ahkirnya diputuskan untuk memarkir mobil di pinggir jalan dan beristirahat, kakak saya menyempatkan tidur. saya sendiri kelayapan jalan jalan sembari menikmati matahari terbit di antara ribuan mobil yang berhenti.. sesekali ngobrol dengan beberapa orang yang duduk duduk sembari menunggu kemacetan. sepertinya memang banyak yang salah menebak, mereka mengira arus puncak balik hari jumat dan sabtu malam..

jam 8 pagi akhirnya kami bisa sedikit terbebas dari kemacetan di jalan tol, dan memutuskan rehat sembari makan pagi di rumah makan pringsewu. setelah itu kembali lagi menuju jalur pantura...
jalanan yang padat

menikmati perjalanan
yang sepi dan yang terjebak macet

dan ternyata mimpi buruk belum berahkir.. kemacetan panjang dan nyaris tidak bergerak masih menghantui perjalanan kami.. mobil berjalan bak siput di antara ribuan pengemudi motor yang berjalan merapat bak semut.. puff...

pemandangan tersebut terjadi sejak dari cirebon bahkan hingga sampai kami masuk pintu tol cawang.. di sepanjang jalan banyak rumah warga yang disulap dadakan menjadi tempat beristirahat.. tulisan ada WC dan parkir aman di kertas sobekan kardus banyak terpampang di setiap rumah. banyak juga terlihat pengemudi motor yang berhenti memarkir motornya dan tertidur di halaman rumah penduduk. beberapa rumah juga berubah fungsi menjadi warung makan. bakso, soto, es kelapa muda, banyak terlihat di sepanjang rumah di jalan pantura ini..
rejeki tiban tahunan buat masyarakat sekitar..

mobil kamipun sempat berhenti di salah satu rumah penduduk, sekedar mendinginkan mesin mobil yang panas, dan merebahkan badan yang penat sembari menikmati nikmatnya soft drink dingin

24 jam setelah kami berangkat dari solo, pintu tol Cawang baru bisa kami capai..
3 jam berikutnya barulah saya bisa merebahkan badan di atas kasur dan terlelap dalam mimpi menghilangkan penat dan capek perjalanan

selamat hari raya idul fitri buat semua yang merayakan
mohon maaf lahir batin
dan buat semua pemudik yang rela bermacet, berpanasan, bercapek capek untuk bisa sekedar merayakan lebaran di kampung halaman dengan keluarga mereka.. satu kata terucap
S A L U T !!
pagi yang indah di antara kemacetan

2 comments:

Tony Mahendra said...

huahahaa...kapok :))

bek said...

hora no..
suk neh nanggo sepur ae
tapi H+10 lagi balik
wkwkwkkw